October 27, 2009
Alwi Shahab. Akhir pekan lalu di Jakarta telah dilakukan peluncuran buku Gambang Jakarta karya almarhum Firman Muntaco, maestro sastrawan Betawi tahun 1950-an dan 1960-an. Kala itu, karya-karya Firman Muntaco yang dimuat di mingguan Berita Minggu dengan judul Gambang Jakarta sangat digemari para pembaca. Tidak heran kalau mingguan itu mencapai teras ratusan ribu eksemplar berkat daya tarik tulisan Firman.
Setelah peristiwa G30S, Berita Minggu tidak terbit lagi, karena koran PNI tersebut dianggap pro kelompok kiri. Kemudian Firman menulis cerita yang sama di sejumlah harian. Salah satu judul tulisannya adalah Kongkalikong — berkisah tentang seorang kepala jawatan yang memberikan ceramah tentang korupsi dan pemberantasannya, tapi ia sendiri ternyata koruptor kelas kakap. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sejarah Betawi |
Permalink
Posted by indrajabrix
October 27, 2009
Alwi Shahab. Dengan judul Sahabat Akrab, foto Reuters yang dimuat sejumlah harian ibukota pekan lalu memperlihatkan Menlu AS Condoleeza Rice berjabatan tangan dengan PM Israel Ehud Omert di Jerusalem. Keduanya tertawa-tawa, seolah-olah puas karena pasukan Israel berhasil melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Lebanon dan Palestina — kebanyakan diantaranya wanita dan anak-anak.
Israel yang mendapat dukungan AS juga mempergunakan senjata-sernjata pemusnah massal yang dinyatakan terlarang oleh konvensi Jenewa. Amerika Serikat yang kini makin terus terang membela Israel, menolak gencatan senjata dan menghendaki penyerbuan sekutunya itu ke Lebanon tanpa menghiraukan berapapun korban jiwa. Sementara, pakar hukum dari sebuah universitas ternama di AS tidak menyebutkan serangan Israel itu sebagai kejahatan perang. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sejarah Betawi |
Permalink
Posted by indrajabrix
October 17, 2009

Tempo 27 Oktober 1972.
Puluhan tengkorak manusia ditemukan di Jl. Kopi Jakarta kota. Diduga itu adalah tengkorak orang Cina yang dibunuh pada tahun 1740 oleh Belanda yang dikenal sebagai geger pecinan. Konon 10.000 Cina terbunuh.
TERSEBUTLAH dalam riwayat: kira-kira 10.000 orang Cina – tua, muda, perempuan, bayi telah dibunuh dalam suatu operasi pembantaian di daerah Roa Malakka, Batavia, oleh fihak Belanda pada 9 Oktober 1740. Peristiwa yang lebih di kenal dengan sebutan geger pecinan ini terjadi di masa kekuasaan kongsi dagang Belanda atau VOC dengan Adrian Valckenier sebagai Gubernur Jenderal. Mendadak, 232 tahun kemudian, atau awal Oktober lalu, beberapa penggali lobang fondasi dari rencana pembangunan sebuah toko bertingkat dijalan Kopi 2A di daerah Kota, Jakarta, menemukan beberapa tengkorak. Tak ayal lagi Dinas Museum & Sejarah DKI Jakarta serta Lembaga Purbakala & Peninggalan Nasional segera datang. Dan temyata hasil-hasilnya memang menarik. Penggalian antara 3 sampai 13 Oktober itu berhasil memperoleh 83 tengkorak manusia, serta tulang-tulang tubuh lain yang belum dihitung jumlahnya. Yang menarik untuk dicatat pada 10 lobang penggalian yang, memendam tengkorak atau rangka ini terdapat pula rantai-rantai besi, borgol, uang logam serta benda-benda keramik Cina.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sejarah Betawi |
Permalink
Posted by indrajabrix