Sejarah Salah Kaprah

March 20, 2007


glodok18721.jpegFoto : Glodok 1872. Dalam sebuah keluarga bernama teater rakyat Betawi, lenong dan topeng betawi ibarat saudara kandung. Wajah mereka mirip, membuat banyak orang salah terka. Bertahun-tahun, H. Bokir, Nasir T(openg) atau Mpok Nori dianggap sebagai pentolan lenong. “Itu salah kaprah. Mereka sebenarnya orang topeng,” ucap S.M Ardan.
Read the rest of this entry »


Gambang Kromong dan Tradisi Cina Benteng

March 20, 2007

Kompas. Usianya masih belasan tahun, Ong Gian (47) sudah mengenal gambang kromong. Petani di Neglasari, Tangerang, ini termasuk salah satu pemain gambang kromong dan sering tampil dalam acara-acara pesta perkawinan masyarakat Cina Benteng Tangerang. Read the rest of this entry »


Naik Eretan Kwitang-Kalipasir

March 15, 2007

Menjelang tahun baru Imlek hujan hampir tiap hari mengguyur Ibukota. Bagi masyarakat Cina, hujan saat Imlek dianggap seperti rezeki ngocor dari langit. Tapi malapetaka akibat banjir lebih berat. Lebih-lebih mereka yang tinggal di bantaran sungai. Dari lebih 10 juta penduduk Jakarta, ratusan ribu mungkin juga lebih yang mendiami bantaran sungai. Read the rest of this entry »


Mester-Condet-Cililitan

March 15, 2007

MesterMungkin banyak yang belum tahu bahwa nama Jatinegara, sebuah kecamatan di Jakarta Timur, baru muncul pada tahun 1942. Yakni, pada awal masa pendudukan Jepang sebagai pengganti nama Meester Cornelis yang berbau Belanda. Read the rest of this entry »


Senja di Sunda Kalapa

March 15, 2007

Orang Betawi selama empat abad (12-16 Masehi) pernah menjadi rakyat Pajajaran. Pusat kotanya ada di Pakuan, sekitar Bogor sekarang. Pada masa itu orang Betawi telah berbahasa Melayu, sementara kerajaan Pajajaran berbahasa Sunda. Sejak abad ke-12 pelabuhan Kalapa dikuasai Pajajaran dan berganti nama jadi Sunda Kelapa. Read the rest of this entry »


Keturunan Portugis di Tugu

March 15, 2007

Pada tahun 1641, VOC atawa Kompeni berhasil menaklukkan Malaka, kota dagang Portugis di Malaysia, yang kala itu merupakan saingan utama Batavia. Salah satu benda peninggalan Portugis yang diboyong Belanda dari Malaka adalah ‘meriam si jagur’ — kini disimpan di Musium Sejarah DKI Jakarta, setelah selama 200 tahun pernah dikekramatkan. Read the rest of this entry »


Yang Kokoh Hingga Saat ini

March 15, 2007

Masjid Luar Batang
Berlokasi di jalan Luar Barang V, kampung Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Masjid ini dibangun pada tahun 1739 M oleh Sayid Husein Bin Abubakar di atas lahan yang dihadiahkan oleh Gubernur Jenderal VOC pada waktu itu. Pada masjid ini terdapat kentongan berukuran 140 cm dari kayu berwarna hijau dan sumur tua berdiameter 80 cm. Read the rest of this entry »


Belajar Alip Ba’ Ta’

March 12, 2007

Pada zaman Belanda, bahkan sampai 1950-an, sebagai syarat untuk diterima di sekolah dasar, siswa diharuskan menjulurkan tangan menyentuh telinga. Maklum kala itu kebanyakan anak tidak tahu tanggal lahirnya. Sialnya, mereka yang bertubuh kecil baru bisa menyentuh telinga saat berusia 10 tahun. Read the rest of this entry »


‘Dukun Pateh’ dari Cikini

March 12, 2007

Berhadapan dengan stasion kereta api Cikini, Jakarta Pusat, terletak sebuah pasar yang dikelilingi pertokoan dan gedung modern. Seperti juga nama stasion, Pasar Cikini dulunya hanya merupakan pasar tradisional seperti yang banyak terdapat di Jakarta. Entah sudah berapa lama keberadaan pasar ini. Tapi, jelas lebih tua dari gedung bioskop Metropore (kini Megaria) yang berada di dekatnya. Bioskop yang pernah menjadi bioskop termegah di Jakarta itu dibangun tahun 1950. Read the rest of this entry »


Kerak Telor dari Buncit

March 12, 2007

Memasuki Jl Buncit Raya dari arah Jl Rasuna Said, terdapat Madrasah Saadutdarain. Madrasah yang diapit oleh Jl Mampang XIV dan Jl Mampang Parapatan XIII itu juga merupakan salah satu tempat kuliah Universitas Islam Az-Zahrah, yang rektornya mantan Menteri Agama Tarmizi Taher dan ketua yayasannya DR Sechan Shahab. Read the rest of this entry »